Puisi wiji thukul – Pesan Sang Ibu

Tatkala aku menyarungkan pedang

Dan bersimpuh di atas pangkuanmu,

Tertumpah rasa kerinduanku pada sang Ibu

Tangannya yang halus mulus membelai kepalaku, bergetarlah seluruh jiwa ragaku Musnahlah seluruh api semangat juangku

Namun sang Ibu berkata

” Anakku sayang, apabila kakimu sudah melangkah di tengah padang, tancapkanlah kakimu dalam2 dan tetaplah terus bergumam sebab gumam adalah mantra dari dewa-dewa, gumam mengandung ribuan makna.”

“Apabila gumam sudah menyatu dengan jiwa raga, maka gumam akan berubah menjadi teriakan-teriakan. Yang nantinya akan berubah menjadi gelombang salju yang besar yang nantinya akan mampu merobohkan isrtana yang penuh kepalsuan gedung-gedung yang dihuni kaum munafik”

“Tatanan negeri ini sudah hancur Anakku”

“Dihancurkan oleh sang penguasa negeri ini Mereja hanya bisa bersolek di depan kaca tapi membiarkannya punggungnya penuh noda dan penuh lendir hitan yang baunya kemana mana

Mereka selalu menyemprot kemaluannya denang parfum luar negeri

Di luar berbau wangi di dalam penuh dengan bakteri

Dan hebatnya sang penguasa negeri ini pandai bermaniin akrobat

Tubuhnya mampu dilipat-lipat yang akhirnya. pantat dan kemaluannya sendiri mampu dijilat-jilat

Anakku apabila pedang sudah dicabut janganlah surut janganlah bicara soal menang dan kalah, sebab menang dan kalah hanyalah mimpi-mimpi, mimpi-mimpi muncul dari sebuah keinginan,

Keinginan hanyalah sebuah khayalan , yang akan melahirkan harta dan kekuasaan.

Harta dan kekuasaan hanyalah balon-balon sabun yang terbang di udara

Anakku asahlah pedangmu, ajaklah mereka bertarung di tengah padang, lalu tusukkan pedangmu di tengah-tengah selangkangan mereka.

Biarkan darah tertumpah di negeri ini”

Satukan gumammu menjadi revolusi!!!

About these ads
Categories: Semua | Tags: , | Tinggalkan komentar

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: